Showing posts with label tazkirah. Show all posts
Showing posts with label tazkirah. Show all posts

Wednesday, August 17, 2011

Ruginya tidur setelah Subuh


Bismillah, wasshalatuwassalaamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi waman tabi’ahu biihsan ila yaumiddiin…
Ramadan telah tiba kita bersyukur kepada Allah ta’ala karena diberi kesempatan untuk bertemu dengan  bulan yang mulia ini dan menimba pahala yang banyak di dalamnya, karena itu, hendaknya kita manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Hanya saja ada satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan. Kebiasaan itu adalah tidur di waktu pagi. Ada banyak hal yang menjadi sebab kita tidur pagi. Diantaranya karena sebagian kita tidak terbiasa bangun untuk sahur atau karena sahur terlalu dini di tengah malam atau karena makan sahur terlalu banyak, dan sebab lainnya. Lalu  apakah kerugian tidur diwaktu pagi? Mari kita simak  tulisan barikut.
  • Kehilangan barakah pagi hari
Sebagaimana terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud dan lainnya dari hadis Sakhr bin Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.¹
  • Bisa ketinggalan waktu shalat subuh
Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.
  • Menyelisihi kebiasaan para salaf
Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.
Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi
Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.
Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).
Skakhr al Ghamidi mengatakan, “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”.
Shakhr al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Akhirnya beliau pun menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak. Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah namun ada salah satu perawi yang tidak diketahui. Akan tetapi hadits ini memiliki penguat dari Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dll.²
  • Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.³
  • Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rizki. Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rizkinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rizki para makhluk.
Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya ‘bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezki? ¹
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah(pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang shalih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barakah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).³
Semoga Allah selalu memberi taufiq dan hidayahnya kepada kita semua.
Wa shallaatu wassalaam ‘ala anbyai wal mursaliin wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin
***
muslimah.or.id
Penulis: Ismiati Ummu Maryam
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Maraji’ :
  1. Syaikh prof. ‘Abdurrazaaq al-Badr, syarah  hadist doa subuh. Mp3
  2. Tegar diatas Sunnah, blog Ustadz Aris Munandar. Hukum tidur setelah subuh
  3. mengenal ajaran islam lebih dekat,disusun oleh Muhammad ‘Abduh Tuasikal.ST. Kebiasaan tidur pagi ternyata berbahaya

Syukron kerana membaca post ini.Moga dapat manfaat darinya,inshAllah :)

Tuesday, August 2, 2011

Muslimah di bulan Ramadhan

Saudariku muslimah…
Jika bulan ramadhan tiba maka sebagian wanita bersungguh-sungguh beribadah di hari-hari pertama namun kemudian merekapun melemah sedikit demi sedikit. Ada diantara mereka yang sibuk di dapur sepanjang hari. Ada juga yang menghabiskan waktu dengan leha-leha tiada guna. Semuanya terjadi karena tidak adanya program harian yang terencana. Untuk itu program yang ringkas ini disajikan dalam rangka mengamalkan sabda Nabi shallallahu’aliahi wasallam (dalam hadits ilahi),
يقول الله تعالى من تقرب إلي شبراً تقربت إليه ذراعاً ومن تقرب إلي ذراعاً تقربت إليه باعاً وإن أقبل إلي يمشي أقبلت إليه أهرول ) صحيح
“Allah Ta’ala tela berfirman, ’Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu sejauh satu jengkal maka Aku mendekatinya satu hasta. Dan barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaku satu hasta maka Aku mendekatinya satu depa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku mendatanginya dengan berlari.’”Shahih [1]
Program kegiatan yang diusulkan setelah terbit fajar
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan subuh) kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melakukan shalat sunnah subuh dua rakaat.
  • Memperbanyak doa setelah shalat sunah.
  • Melakukan shalat subuh dengan penuh semangat dan kekhusukan.
  • Duduk di tempat dimana ia shalat dan mengisinya dengan dzikir pagi serta membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Shalat dua raka’at setelah terbit matahari.
Program kegiatan yang diusulkan setelah matahari terbit
  • Tidur dengan mengharap pahala karenanya.
  • Pergi bekerja ataupun belajar dengan mengharapkan pahala atasnya.
  • Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala di sepanjang hari.
  • Menjauhi perbutan sia-si serta menjaga lisan untuk tidak menggosip.
Program kegiatan yang diusulkan di siang hari
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan zuhur)kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melakukan shalat sunnah rawatib sebelum zuhur (shalat sunnah qabliyah) empat raka’at dengan dua raka’at salam dua rakaat salam.
  • Melaksanakan shalat zuhur.
  • Melakukan shalat sunnah rawatib setelah zuhur sebayak dua raka’at.
  • Mempersiapkan hidangan berbuka.
  • Tidur siang (Qailulah) barang sebentar tidaklah megapa tentunya dengan mengharapkan pahala atasnya.
Program kegiatan yang diusulkan di sore hari
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan Asar) kemudian berdoa setelahnya.
  • Melakukan shalat sunnah qabliyah empat raka’at (dua raka’at salam dua rka’at salam).
  • Melakukan shalat Asar.
  • Membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Dzikir di sore hari.
  • Memenyiapkan hidangan berbuka tanpa berlebihan dan membantu Ibu (memasak di dapur).
  • Memperbanyak doa sebelum berbuka.
  • Berwudhu dan bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib.
Rencana kegiatan di saat matahari tenggelam
  • Berbuka puasa dengan kurma basah, kurma kering atau minum air.
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan Maghrib) kemudian berdoa (doa setelah adzan).
  • Melaksanakan shalat Maghrib.
  • Melaksanakan shalat sunnah rawatib (setelah shalat maghrib) dua raka’at.
  • Berkumpul bersama orang sekitar (keluarga, teman dll -pen) untuk menyantap hidangan berbuka dengan penuh syukur atas nikmat Allah yang telah menyempurnakan puasanya hari ini.
  • Bersiap-siap melakukan shalat ‘Isya dan Tarawih di masjid (dengan syarat aman dari fitnah -pen)dengan memperbaharui wudhunya.
  • Jika (seorang muslimah) hendak mengerjakan shalat di masjid maka janganlah ia bertabarruj (berhias) dan memakai wewangian.
Program kegiatan yang diusulkan di waktu ‘Isya
  • Mengikuti bacaan muadzin (adzan ‘Isya) kemudian berdoa setelah adzan.
  • Melaksanakan shalat ‘Isya di masjid dengan penuh semangat dan konsentrasi.
  • Melaksanakan dua rak’at shalat sunnah rawatib.
  • Melaksanakan shalat sunnah tarawih secara sempurna di masjid.
  • Membaca Al-Qur’an satu bagian atau lebih.
  • Jika shalat Tarawih telah selesai bisa dilakukan salah satu kegiatan berikut: pertemuan keluarga, menyambung silaturrahmi, ngobrol tentang permasalahan Ramadhan, berdakwah via internet atau sarana lainnya, belajar ataupun menghafal Al-Qur’an.
  • Tidur diawal waktu serta tidak begadang.
Program kegiatan yang diusulkan di sepertiga malam terakhir
  • Bangun tidur sebelum terbit fajar.
  • Melaksanakan shalat tahajjud meskipun hanya dua raka’at dengan memperpanjang rukuk dan sujud. Serta melakukannya secara berjama’ah dimasjid (dengan syarat aman dari fitnah -pen)di sepuluh terakhir bulan Ramadhan.
  • Membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih.
  • Mempersiapkan hidangan sahur tanpa berlebihan dengan menghadirkan niat untuk beribadah kepada Allah serta meneladani sunnah.
  • Duduk untuk berdoa dan memperbanyak istighfar samapai adzan subuh.
Akhir kata…
Maka sudah selayaknya kita mengambil semua hari-hari di bulan Ramdhan yang penuh berkah ini. Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata,
ما ندمت على شيء ندمي على يوم غربت شمسه ، نقص فيه أجلي ولم يزدد فيه عملي
“Tidak ada sesuatu yang paling aku sesalkan daripada penyesalanku pada hari disaat matahari tenggelam dimana jatah umurku berkurang sementara tidak bertambah amalku”. (Disebutkan di “Mausu’ah ad-Difa’ ‘an Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, karya : Ali bin Nayif as-Syahud -ed).
Maka untuk itu wahai saudariku muslimah, jika Engkau mampu melakukan agar tidak ada seorang pun yang mendahuluimu (dalam kebaikan) untuk beribadah kepada Allah maka lakukanlah! Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رغم أنف رجل دخل عليه شهر رمضان ثم انسلخ قبل أن يغفر له
“Sungguh sangat terhina diri seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan namun ia tidak diampuni tatkala bulan mulia tersebut telah berlalu.”HR. Tirmidzi [2]
Penyusun ,
Hamba yang sangat butuh akan ampunan Rabnya
Fayus Hamud Al-‘Inzi
Sumber: http://saaid.net/mktarat/ramadan/442.htm
Penerjemah: Tim penerjemah Muslimah.or.id
Murajaah: Ust Ammi Nur Baits
Catatan Redaksi:
[1] HR. Bukhari dan Muslim.
[2] Hadits Hasan Shahih. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi (no. 3545). Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At-Tirmidzi, Maktabah Asy-Syamilah.

Syukron kerana membaca post ini.Moga dapat manfaat darinya,inshAllah :)

Sunday, July 31, 2011

Jom puasa seperti Rasulullah saw !

Sahabat yang dihormati Allah, Ramadhan yang kita nanti-nantikan telah tiba untuk sekali lagi kita berada di dalamnya. Ini tanda Allah masih sayang kepada hamba-hambanya dengan memberi sekali lagi peluang untuk kita bertemu dengan bulan yang penuh keberkatan ini. Berpuasa adalah aktiviti terpenting dalam bulan ini. Persoalannya; bagaimana tips-tips yang diajar oleh Rasulullah s.a.w untuk puasa kita dinilai tinggi oleh Allah? Mari kita telusuri satu persatu. 

Rasulullah s.a.w Bersahur

Rasulullah menganjurkan kita untuk bersahur sebelum aktiviti menahan diri dari makan dan minum di siang hari dimulakan. Bagaimana Rasulullah s.a.w bersahur? Bersahur bukanlah dilakukan ditengah malam, tetapi ia dilakukan di awal pagi, iaitu waktu yang sangat hampir dengan waktu solat subuh. Bersahur juga memberi kesegaran untuk kita menghabiskan hari siang kita dengan berpuasa. Rasulullah s.a.w bersabda:
حدثنا آدم بن أبي إياس حدثنا شعبة حدثنا عبد العزيز بن صهيب قال سمعت أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم ) تسحروا فإن في السحور بركة )
Dari Anas Bin Malik r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Bersahurlah kerana pada sahur itu terdapat keberkatan.(HR: al-Bukhari)
Rasulullah s.a.w juga menekankan kepada kita untuk bangun bersahur kerana ia adalah salah satu dari cirri-ciri bersahur orang Islam. Sabdanya: 

حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا ليث عن موسى بن علي عن أبيه عن أبي قيس مولى عمرو بن العاص عن عمرو بن العاص أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال:
فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر
Bermaksud: Perbezaan antara puasa kami dengan puasa ahlu al-Kitab adalah makan sahur (HR: Muslim)
Rasulullah Menyegerakan Berbuka 

Tidak melewat-lewatkan berbuka puasa adalah salah satu tips berpuasa yang di ajar oleh Rasulullah. Ini kerana, perbuatan itu sangat mendatangkan kebaikan untuk mereka yang menahan diri dari makan dan minum. 

Rasulullah s.a.w di dalam hadithnya menerangkan kepada kita seperti mana yang dilaporkan oleh al-Bukhari & Muslim: 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ "
Bermaksud: Manusia itu akan terus berada dalam kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka puasa.
Perbuatan melambat-lambatkan berpuasa puasa adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah s.a.w. Masyarakat kita sering melihat perkara ini sebagai satu isu remeh. Apa yang terjadi dalam rata-rata masyarakat kita di Malaysia, ketika masuknya waktu solat maghrib (waktu untuk berbuka puasa), mereka masih lagi berada di bazaar-bazar ramadhan untuk membeli juadah mereka. Penjual juga masih lagi melayan pelanggan tanpa terus berbuka walaupun azan maghrib telah berkumandang. Ibu-ibu di rumah pula masih berada di dapur menyiapkan juadah berbuka puasa ketika azan maghrib bergema. Ini kerana melewat-lewatkan berbuka puasa adalah amalan Yahudi dan Kristian.

Persiapan seharusnya dilakukan dengan segera agar seruan Rasulullah s.a.w untuk kebaikan umatnya dapat diamalkan sebaiknya. Rasulullah telah bersabda di dalam satu hadithnya yang dilaporkan oleh Abu Daud & Ibn Majah yang sanadnya berstatus hasan seperti yang dinilai oleh al-Albani r.h: 

قال النبي صلى الله عليه وسلم : " لا يزال الدين ظاهراً ما عجل الناس الفطر لأن اليهود والنصارى يؤخرون "
Bermaksud: Agama ini akan sentiasa zahir (jelas) selagi mana umatnya menyegerakan berbuka puasa, ini kerana orang-orang Yahudi dan Kristian, mereka melewat-lewatkannya.
Dikeluarkan dari Musannaf Abdul Razzak dan Fathul Bari (kitab syarah sahih al-Bukhari) ‘Amr Bin Maimun r.h berkata: 
وقال عمرو بن ميمون الأودي رحمه الله : " كان أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم أسرع الناس إفطارا ًوأبطأهم سحوراً "
Bermaksud: Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w adalah manusia yang paling cepat (ketika) berbuka puasa dan yang paling lewat (ketika) bersahur.
وعَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ :
دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْنَا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ : رَجُلانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاةَ ، وَالآخَرُ يُؤَخِّرُ الإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ الصَّلاةَ ..
قَالَتْ : أَيُّهُمَا الَّذِي يُعَجِّلُ الإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاةَ ؟
قَالَ قُلْنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مَسْعُودٍ .
قَالَتْ كَذَلِكَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
Bermaksud: Dari Abi ‘Atiyyah katanya: Aku dan Masruq telah bertemu Ummu al-Mu’minin r.anha dan kami berkata kepadanya: “Dua orang lelaki dari sahabat Muhammad s.a.w, salah seorang darinya mempercepatkan berbuka dan mempercepatkan solat, manakala seorang lagi melewatkan berbuka dan melewatkan bersolat...” Ummu al-Mu’minin berkata: “Siapakah diantara mereka berdua yang mempercepatkan berbuka dan menyegerakan bersolat?” Kami berkata: “Abullah iaitu Ibn Mas’ud.” Kata (Ummu al-Mu’minin): “Perbuatan (menyegerakan berbuka) Itulah yang telah dilakukan oleh Rasulullah s.a.w”.
Berbuka dengan beberapa biji kurma 

Antara kaedah yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w adalah memulakan memakan beberapa biji kurma basah ketika berbuka puasa. Ini untuk memudahkan dirinya bersolat dalam keadaan tidak terlalu kenyang. Pernah diriwayatkan dari Anas Bin Malik, seperti yang dilaporkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi katanya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ : حَدَّثَنِي أَبِي ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ ، قَالَ : حَدَّثَنِي ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " كَانَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ "
Bermaksud: Rasulullah s.a.w apabila baginda berbuka puasa, baginda berbuka dengan beberapa biji kurma basah sebelum solat. Jika tiada kurma basah, baginda berbuka dgn kurma kering. Jika tiada kurma kering, baginda berbuka dengan beberapa teguk air.
Ini adalah sunnah Rasulullah s.a.w. Ramai diantara kita yang sering meninggalkan sunnah ini. Mereka menyegerakan berbuka puasa serta makan dan minum sehingga kekenyangan lalu melewatkan bersolat maghrib. Rasulullah makan dengan beberapa biji kurma, kemudian bersolat. Apabila Rasulullah s.a.w terasa lapar, Rasulullah s.a.w makan selepas baginda solat.

Tidur Qailulah

Nabi s.a.w mengajarkan kepada kita agar sentiasa cergas ketika berpuasa di siang hari dan bersemangat melakukan amal ibadat di malamnya. Antara kaedah yang diajar oleh Rasulullah s.a.w adalah dengan tidur sebentar sebelum solat zohor, perbuatan itu dinamakan dengan Qailulah. Ini untuk memudahkan kita bangun di waktu malam mengerjakan amal ibadat.

Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadith yang dilaporkan oleh Ibn Majah:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ” اسْتَعِينُوا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَبِالْقَيْلُولَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ “
Bermaksud: Dari Ibnu Abbas r.a bahawa Nabi s.a.w telah bersabda; Carilah kekuatan melalui sahur untuk puasa keesokan hari dan melalui Qailulah (tidur sekejap sebelum Zohor) untuk mendirikan ibadah malam.
Apa yang terjadi hari ini pada sesetengah masyarakat kita, mereka tidak menerapkan sunnah ini bahkan perbuatan mereka menyalahi sunnah ini. Mereka terutama anak-anak muda menghabiskan waktu siangnya dengan tidur sepanjang hari dan hanya bangun untuk berbuka puasa sahaja. Berpuasa bukanlah bulan tidur kerana keletihan. Puasa adalah bulan untuk melakukan seberapa banyak amalan sunnah kerana padanya pahala dilipatgandakan.

Menjaga Lidah

Terlalu rugi jika kita berpuasa, tetapi tidak mendapat sedikitpun pahala dari amalan tersebut. Akibatnya, kita hanya mendapat lapar dan dahaga. Antara faktor berlaku kerugian rohani tersebut adalah kerana tidak menjaga lidah. Mengumpat, mencaci, mengeluarkan kata-kata kesat dan lucah, mengadu domba, banyak bercakap, berbohong, menyanyi lagu-lagu yang lagha juga dilakukan ketika berpuasa.

Umumnya perbuatan ini adalah perbuatan haram untuk dilakukan walaupun bukan pada bulan Ramadhan. Rasulullah s.a.w bersabda dalam sepotong hadith yang dilaporkan oleh Ahmad dan al-Tabarani: 

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ , وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ
Bermaksud: Ramai orang puasa, tetapi balasannya hanya lapar dan dahaga (tiada pahala) dan ramai orang berjaga malam (beribadah) balasannya hanyalah mengantuk (tiada pahala)

Rasulullah s.a.w bersabda lagi dalam sebuah hadith yang dilaporkan oleh Imam al-Bukhari:
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Maksudnya: Apabila seseorang daripada kamu berada dalam hari puasa, maka janganlah ia memaki dan mengherdik orang lain. Andainya ia dicela oleh seseorang atau dimusuhi, hendaklah ia berkata "Saya berpuasa".
Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda lagi sepertimana yang dilaporkan oleh al-Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasaie dan Ibn Majah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Bermaksud: Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda : Sesiapa yang tidak menghentikan percakapan dusta dan terus melakukannya, Maka Allah s.w.t tidak mempunyai hajat pada orang tersebut untuk dia meninggalkan makan minumnya.

Memberi Makan Orang Yang Berpuasa

Antara amalan dan tips yang ditinggalkan oleh Rasulullah s.a.w untuk meningkat neraca kita adalah dengan cara menginfaqkan sedikit harta dengan menyediakan juadah berbuka puasa untuk mereka-mereka yang berpuasa. Terlalu besar ganjarannya seperti yang diberitahu Rasulullah di dalam hadith-hadith baginda yang mulia. Antaranya ialah seperti yang dilaporkan oleh Tirmidzi dan Ibn Majah:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Bermaksud: Sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka puasa), dia akan mendapat balasan pahala yang sama seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangkan sedikitpun daripadanya
Bagi mereka yang dijemput untuk berbuka puasa bersama, wajib baginya untuk memenuhi undangan tersebut. Ini kerana, berpuatan membelakangi undangan tersebut dicela oleh Rasulullah dan ianya seoalah-olah telah menentang Rasulullah s.a.w.

Adalah sunnah mereka yang dijemput untuk berbuka puasa mendoakan orang yang menjemput dengan doa-doa yang baik setelah selesai berbuka puasa. Antara doa yang telah diajar oleh Rasulullah s.a.w adalah seperti berikut:

1. اللهم أطعم من أطعمني واسقي من سقاني.
Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum (riwayat Muslim).

2. اللهم اغفر لهم، وارحمهم، وبارك فيما رزقتهم.
Ya Allah, Ampunkanlah mereka, rahmatilah mereka dan berkatilah apa yang telah kau rezekikan kepada mereka (riwayat Muslim).

Doa Ketika Berbuka Puasa

Nabi s.a.w memberitahu kepada kita bahawa berdoa ketika berbuka puasa adalah mustajab berdasarkan hadith-hadith sahih yang warid dari baginda s.a.w. Kita disyorkan untuk berdoa apa sahaja yang kita ingini ketika menunggu waktu tersebut. Rasulullah s.a.w bersabda seperti yang dilaporkan Tirmidzi, Ibn Majah dan Ibn Hibban:
إبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :ثلاثه لاترد دعوتهم : الأمام العادل , والصائم حتى يفطر , ودعوة المظلوم...
Bermaksud: Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka: Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, dan doa mereka yang dizalimi...
Rasulullah s.a.w juga mengajarkan cara berdoa ketika berbuka puasa. Berikut adalah doa yang baik untuk dibacakan oleh kita sebagai memenuhi tuntutan ittiba’ al-Sunnah. Imam al-Darulqutni menilai sanad hadith ini sebagai hasan. Doa tersebut adalah:
ذهب الظماء وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله تعالى
Bermaksud: Telah hilang kehausan, telah basah urat-urat dan telah ditetapkan pahala-pahala insyaAllah.
Marilah sama-sama kita berpuasa sepertimana puasanya Rasulullah s.a.w dan para sahabat yang mulia. Semoga puasa kita pada tahun ini mampu mengubah dimensi hidup kita yang bercerminkan sunnah Rasulullah dalam beribadat. Perbanyakkanlah membaca al-Quran dan berzikir, nasihat menasihati serta berdakwah kepada Islam. Jadikan ramadhan kali ini penuh makna untuk diri kita dan masyarakat. Wallahu A’lam.


Syukron kerana membaca post ini.Moga dapat manfaat darinya,inshAllah :)